Music

Senin, 05 Maret 2012

Hariku

besok atau tepat pukul dua belas malam nanti, umur yang telah berjalan maju, mengurangi kesempatan ku untuk terus hidup.
siapa yang akan tahu, jika Tuhan akan berkehendak lain ?
hadiah yang aku pinta hanyalah doa yang terus mengalir dari mulut yang biasa kamu gunakan dengan bualan konyolmu untuk membuatku merekahkan sedikit senyuman.
terimakasih untuk kasih sayang yang telah kamu berikan hingga saat ini, hingga aku tak pernah merasa kehausan.
tetaplah sederhana, seperti isi kado yang indah, yang luarnya hanya berbalutkan kertas koran.
karena apapun yang telah kita rangkai adalah kebahagiaan yang bagiku tidak akan pernah ada kata kesia-siaan, sekalipun kekecewaan kadang meraup sedikit kebahagaiaan kita.

Sabtu, 03 Maret 2012

Naskah Motivasi

Kadang penantian itu tidak selalu membuahkan hasil yang kita inginkan. Percayalah, Tuhanmu lebih tahu, jalan mana yang terbaik untukmu. Selama kau yakin padaNya, Tuhanmu kan memberi apapun yang kau butuhkan dengan jalan yang Dia rancang. Seterjal apapun jalan yang kau tempuh, Tuhanmu telah menyiapkan tempat tujuanmu yang indah. Bicara selalu lebih mudah tak seberat kenyataan yang nanti akan kita terima. Namun, Tuhanmu tidak akan pernah membiarkanmu sendiri. Sesungguhnya, Tuhanmu lebih dekat daripada urat nadimu. Hidupmu telah ternaskahkan, hidupmu telah tersuratkan diatas kertas kebahagian yang telah Dia tuliskan tentangmu. Tentang kisahmu.
Kau bisa mengubahnya. Mengubahnya dengan usahamu yang selalu percaya akan kehendakNya dan selalu berdoa terhadapNya. Mengubahnya, bukan berarti kau dapat menuliskan naskahmu semaumu. Membuat jalan cerita yang kamu inginkan. Bukan itu yang dimaksudkan. Tetapi, perjalananmu kan lebih indah jika kau menyertaimya dengan 2 hal itu. Semuanya bukan harapan dan mimpi jika kau membangun tiang mimpimu dengan 2 hal itu. Yakinlah, semuanya yang Tuhan ciptakan tidak akan pernah ada kesia-siaan. Seburuk apapun tampilan naskah cerita hidupmu, seusang buku tua yang telah terlupakan pun, Tuhanmu kan memberikanmu sebuah tambatan. Tambatan dimana kau bisa merasakan betapa Tuhanmu menyayangimu. Tuhanmu mengasihimu, dan Tuhanmu tak pernah meninggalkanmu.
Saat kau merasa kehilangan, saat kau merasa jalanmu sangat terjal, dan saat kau merasa semuanya begitu pahit melebihi pahitnya racun, kau sendirian. Bukanlah Tuhanmu yang meninggalkanmu hingga kau merasa sendiri. Dirimulah yang jauh darinya. Jauh dari Dia yang jelas-jelas selalu disampingmu.
Menjadi seseorang yang terbuang memang menyakitkan, tapi lebih menyakitkan jika kau jauh dariNya. Jauh dari naungan kasih sayangNya.

Rabu, 28 Desember 2011

Berhenti

tidak pernah ku lihat ia murka. bermuram durja pun tidak.
semuanya nampak tidak terlihat. begitu cerdik disembunyikannya. sudah lima jam kertas ini kosong. yang kupandangi hanyalah garisan hitamnya kertas. bersih.
sebenarnya, berulang kali kucoba menumpahkan berbagai imajinasiku pada kertasku. gagal.
apalah yang aku tunggu ? yang penting hanya menulis.
sudah ku coba pula mengusirmu dari pikiranku. sekuat tenaga. hingga ku pejamkan mata sia-sia. 
belum cukupkah kamu menghantui aku ?
horor rasanya.
sengajakah kau membuatku candu dengan kehilanganmu aku selalu ingin bersamamu di setiap waktuku ?
realita.
berhentilah. behenti . aku bilang berhenti !
berlari-lari dipikaranku.

Minggu, 25 Desember 2011

Sms

oke, aku ingin bercerita.
aku menunggu dering nada hape. seperti biasa. yang aku tunggu adalah sms dari dia. kali ini bukan dering nada hapeku yang aku tunggu.  namun, deringan nada hape anggota keluargaku yang lain. yang terakhir kali aku pakai untuk mengirim pesan padanya.

 ***
aku terdiam untuk sejenak. melihat nama dia tidak dalam bungkusan gambar amplop kecil yang masih tertutup di handphone. aku masih berpikir dalam kediaman ini. rasa penasaranku seperti menuntun aku untuk membuka isi sms itu. pesan yang seharusnya tidak aku baca karena bukan untukku. malah aku baca dengan sangat detailnya. lancang sungguh.
oh ternyata Tuhan, lebih baik aku tidak mengetahui isi pesan itu.
sekarang, yang melanda pikiranku hanyalah kecengangan. aku menulis ini, masih teringat jelas, seperti masih membaca pesan itu.
mungkin, Tuhan sengaja melibatkan aku untuk tahu tentang masalah ini, masalah yang tertulis dalam sepucuk surat elektronik canggih di handphone.
ya, dugaan ini semakin kuat yang siap meledak mengeluarkan rudalnya untuk peperangan antara aku dan isi pesan sialan itu.

***
aku tak pernah tahu apapun tentang hidup. yang aku tahu jangan ajarkan apapun tentang hidup pada siapapun. karena hiduplah yang akan mengajarkan hal apapun pada siapapun . termasuk aku.
ini tidak berlebihan. sungguh. hanya saja aku tidak bisa menceritakan apa yang aku baca.
terlalu pribadi.
kadang kala, ada waktunya kita lebih baik tidak mengetahui apapun. keadaan ketidaktahuan itu bisa membuatmu lebih nyaman.
bayangkan saja, jika kita tahu semuanya, itu hanya bisa meninbulkan ketakutan dan kekhawatiran yang diambang batas kewajaran.

Sabtu, 24 Desember 2011

Puisi hari ini

Aku lari

aku lari dari diri
aku lari dengan hati
aku lari sendiri
aku lari ingin pergi
aku lari menghindari
aku lari sampai nanti
aku lari ---------------

ingin mati.

*****************************************************************************************

Kacau

ingin gila 
dengan berbagai cara
disengaja
tapi tak nampak jua

ironis

ingin gila
akal masih menyala
dipaksa
tapi tak nampak jua

meracau

ingin gila
biar hidup lupa
dirasa
tapi tak gila jua


Sabtu, 03 Desember 2011

Muak

malam ini sungguh mempermainkan aku !

Sayang

sayangku, dengarkan . bukan dengan telingamu. "aku dibuat frustasi, ketika keagungan cinta terasa bukan pada waktunya. dia meletup begitu saja. tanpa kita sadari."
saat rayuan terdengar mengetuk keangkuhan, waktu pun terasa hanya satu kedipan mata.
aku tahu, kau akan menganggap aku keluar dari batas kewarasan. namunlah salah, jikalau kau dapat merangkai semua kata yang telah aku acak, dengan indah. menjadikan sebuah karya untukku.
mungkin sebuah puisi yang kau lantunkan dengan gaungan suara mu yang khas. mungkin pula sebuah lagu yang kau senandungkan dengan nadamu yang sedu. atau sebuah cerita singkat, tentang apapun yang akan terjadi di kemudian hari, semuanya hanya akan menjadi sebuah cerita, berwujud kenangan, beraroma harapan, dan berjiwakan cita-cita yang seharusnya menjadi nyata.
sayangku, debar ini seakan mengirim pesan untukku. membuatku dongkol menjatuhkan kepala pada bahumu sejenak. menatap langit malam, bahwa ini akan terjadi untuk seterusnya.
ini cukup memeras pikiranku. hingga setiapku berfikir, yang terfokus hanyalah tentangmu.
aku ini terlalu muda, untuk tahu tentang arti cinta. semuanya tidak hidup hanya untuk cinta. dan ini bukan tentang cinta, ini tentang kita.
apalah bedanya, mungkin kau melontarkan pertanyaan itu padaku?
hingga aku terlelap dan  mata tak bisa membuka kelopaknya lagi, tidak kan pernah kau temukan jawaban atas pertanyaan mu.
sebenarnya, pertanyaan yang menjadi bumerang untukku, telah ku koarkan pada ku sendiri.
sampai saat ini belum terpecahkan karena ini tentang perasaan. sebelum jamannya, bukankah kau tahu, tidak ada satu orang pun yang bisa menjabarkan apa itu cinta. yang menyelimuti cinta hanyalah ceritanya.
tanyakan pada Romeo dan Juliet, apakah cinta menjalar pada semua kalangan?
dan tanyakan apa itu cinta? hingga mereka tersohor di bumi yang kita pijak ini.
sayangku, tuntunlah aku. ulurkan tanganmu dan raih aku sekiranya aku terjatuh dalam perjalananku menuju tempat tinggi.
apakah kau mendengarkan semuanya dengan hatimu?
dan itu semoga...