Music

Senin, 20 Juni 2011

Bumi itu Aku

Kenapa masih bertumpu padaku ?
Bukankah kau tahu, aku hanyalah aku.
Kau lebih tahu, matahari selalu meradiasi bumi.
Kau lebih tahu, partikel atom itu memang ada keberadaannya.
Kau lebih tahu, aurora hanya hidup di kedua kutubnya.
Tapi kenapa, kau masih saja setia menemaniku mengitariku berevolusi disampingku bagai satelit alami ?
Apakah aku memiliki gaya gravitasi terhadapmu ?
Yang ketetapannya 10 m/s untukmu ?
Tapi aku tidak ingin kau adalah bulanku.
Aku ingin kau adalah marsku. Kita memiliki orbit yang berbeda tapi dekat dikeduanya, antara mars dan bumi.
Bagaimana kau tahu, kapan pelangi tak berwarna ?
Kapan kau tahu, cahaya memang hidup dikegelapan ?
Dan kapan kau tahu, ada hal yang belum kau tahu ?
Kau pikir, cukup raga ini menjagamu ya ?
Jiwalah yang membiarkan menjagamu seutuhnya.
Relakanlah bahwa jagat raya terdiri dari beberapa galaksi.
Dan relakanlah, bahwa aku terdiri dari beberapa jiwa.
Jiwa yang tak perlu kau tahu sebabku menghunuskan pisau tajam perpisahan ini.

Sabtu, 18 Juni 2011

Peluru - Peluru

Perlahan kau terobos matahari, menyusuri setapak itu. Tak kau hiraukan peluru-peluru menembus jantung dan hatiku, meninggalkan luka dan bekas yang menganga. Bapakmu mungkin membawa bekas pelurunya sebagai kenangan, tapi aku mati begitu saja tanpa pujaan. Kau pun ingin segera raib dalam pandangan.

* Wa Ode Wulan Ratna

Selasa, 14 Juni 2011

Hanya Menulis

Meta Deka Rahmadhani
hanya menulis -aku tak pernah menulis sesuatu yg serius hehe- tgl: 070211
terkadang ke diaman ku adalah rasa pemberontakanku terhadap sesuatu yg aku pikir semuanya akan baik saja jika aku diam


kesepian menghampiriku disaat keramaian d sekelilingku .

mulutku terlalu terbata bata disaat aku siap mengeluarkan kata kata dan memecahkan ke diamanku .

aku salah besar dalam rasa diam yg selama ini aku pikir itu adalah caraku menenangkan diri .
ada kalanya ak harus berbicara dan mengeluarkan apa yg seharusnya aku bicarakan, aku pendam, aku rasa..

hakekatnya mulutku terbungkam oleh waktu hingga sesuatu yg ingin ak bicarakan pun tak bisa keluar dgn jelas ..
07 Februari jam 9:53 · · 1 orang

Dari nya untuk ku

Hai semangat hidupku, aku menyayangimu selalu.
Aku ingin berterima kasih atas kerendahan jiwamu.
Sebuah rasa dalam hatiku akan terus melekat dalam perasaan yang tak tergambarkan.
Hidupku mungkin takkan berwarna jika tak ada dirimu.
Aku tahu mungkin aku lemah, tetapi aku akan selalu menjagamu walau segala menyerang.
Memang aku tak sempurna, tetapi aku akan berusaha menjadi yang terbaik dalam hidupmu.
Ku menyayangimu dengan kerendahan hatiku.
Kau bagaikan sendi yang selalu menopang tubuhku, yang selalu memberikan semangat dalam hidupku.
Tak ada rasa bosan untukku mengenalmu.
Tak ada rasa sepi saat kau ada disampingku.
Hai penenang hatiku, aku tahu kau yang mengubah hidupku, terima kasih atas sentuhan hangatmu yang selalu membuatku tenang.
Maaf bila diriku selalu begitu, tetapi jantung dan nafasku selalu tak tenang bila kau tak ada didekatku.
Aku takut kehilanganmu.
Terimakasih sayangku.

Sedikit

sedikit tentangmu.
dalam solatku, aku tak pernah lupa mendoakanmu.
aku berharap setiap langkah di harimu adalah harapan baru bagai matahari yang tak pernah berhenti menyinari bumi dipagi hari.
setiap kata yg ku tulis pun adalah harapan, harapan dimana setelah hujan , pelangi seharusnya datang.
sayangnya, hujan tak selalu memunculkan pelangi nantinya.
terkadang hujan diantar cahaya petir yang gemerlap bagai kembang api yang ditancapkan ke langit.
namun petir ditancapkan kebumi dan membentak bumi.
maafkan jika pikiranku terkalahkan oleh perasaanku.
maafkan jika setiap goresan kata ini adalah luka bagimu.
luka kebencian yang melihatku berlebihan terhadap rasaku terhadapmu.
percayalah, apa pun yang aku tulis tak bermaksud melebihi kapasitas rasaku terhadapmu.
tersenyumlah jika tulisan ini , membuat mu geli.
setidaknya Tuhan melihatmu tersenyum karena aku :):)

Angels Cry

I shouldn't have walked away
I would've stayed if you said
We could have made everything ok
But we just
Threw the blame back and forth
We treated love like a sport
The final blow hit so low
I’m still on the ground

I couldn't have prepared myself for this fall
Shattered in pieces curled on the floor
Super natural love conquers all
'Member we used to touch the sky
And

Lightning don’t strike
The same place twice
When you and I said goodbye
I felt the angels cry
True love's a gift
But we let it drift
In a storm
Every night
I feel the angels cry

Come on babe, can our love be revived
Bring it back and we gon' make it right
I'm on the edge just trying to survive
As the angels cry

I thought we'd be forever and always
You were serenity
You took away the bad days
Didn't always treat you right
But it was ok
I did something stupid
And you still stayed with me
But you can only cope for so long
Doing the one you claim to love wrong
Before too much is enough
You look up and find your love gone

And we were so good together
How come we could not wither this storm
And just to better
Why do we say goodbye
Cause

Lightning don't strike
The same place twice
When you and I said goodbye
I felt the angels cry
True love's a gift
We let it drift
In a storm
Now every night
I feel the angels cry

Come on babe, can our love be revived

Bring it back and we gon' make it right
I'm on the edge just trying to survive
As the angels cry

Baby I'm missin' you
Don't allow love to lose
We gotta ride it through
I'm reaching for you

Baby I'm missin' you
Don't allow love to lose
We gotta ride it through
I'm reaching for you

Lightning don't strike
The same place twice
When you and I said goodbye
Felt the angels cry
True love's a gift
But we let it slip
In a storm
Every night
I feel the angels cry

Oh babe, don't let the Angels Cry

************************************************************************

"ku jadikan lirik ini pertanda aku mengingatkanmu pada kisah kita. saat pertentangan terjadi, kebisuan adalah imbasnya. membuncahkan hari itu dengan sikapmu yang salah.

penyesalan tak kan mengembalikan keadaan seperti semula, setidaknya menggambarkanmu terbelenggu ketakutan terhadapku. aku percaya. memagari dengan kepercayaan diriku semakin mempertajam naluriku terhadapmu. sebenarnya sama saja. keterkejutanku adalah jawaban bahwa semuanya, termasuk kamu -orang yang aku sayangi dapat menyakitiku.

bentakanmu mengunci mulutku, ucapanmu melemaskan ototku, matamu menggambarkan amarahmu yang memborgol pikiranku. dan semuanya terjadi begitu saja, seakan waktu berhenti berjalan."

Senin, 13 Juni 2011

Hanya Aku yang Mengerti

" jika saja, kalau bukan karena kewajiban, mungkin saja aku berani mengambil keputusan itu !".
" jadi kamu tak berani ?, bukankah usiamu telah cukup ?"
"bukan hal itu yang aku khawatirkan, tentangku, tentang usiaku, tentangmu, tapi tentang hidup kita !"
" kita ? "
" ya kita !, lantas siapa lagi ?"
" hmmmm aku pikir, aku merasakan hal yang sama denganmu !"
" sisi lain, kita siap, tapi di sisi lainnya lagi kita tidak siap ".
" ya...."
" kita sabar, toh hidup tak cukup sampai di situ ".
" bagaimana, jika Tuhan berkata lain untuk kita ?, akankan kamu siap dengan keputusanku ?"
 " jika Tuhan sudah berkehendak lain, untuk kita, mungkin aku tetap siap pada keputusanmu, sepahit apapun itu ".
" yakin ?".
 " terdengar menggelikan !, tugasnya akan selesai jika kita telah memiliki kehidupan yang baru ".
" ya, justru itu. tugas mereka belum selesai, dan kalau bukan karena beribadah dan kewajibannku pada mereka, aku lebih baik bersamamu ".
" dan sayangnya, sama. tapi, aku kasihan padamu. sudah ku bilang toh hidup tak cukup sampai di situ ".
" hanya Tuhan yang tahu ".