Kenapa masih bertumpu padaku ?
Bukankah kau tahu, aku hanyalah aku.
Kau lebih tahu, matahari selalu meradiasi bumi.
Kau lebih tahu, partikel atom itu memang ada keberadaannya.
Kau lebih tahu, aurora hanya hidup di kedua kutubnya.
Tapi kenapa, kau masih saja setia menemaniku mengitariku berevolusi disampingku bagai satelit alami ?
Apakah aku memiliki gaya gravitasi terhadapmu ?
Yang ketetapannya 10 m/s untukmu ?
Tapi aku tidak ingin kau adalah bulanku.
Aku ingin kau adalah marsku. Kita memiliki orbit yang berbeda tapi dekat dikeduanya, antara mars dan bumi.
Bagaimana kau tahu, kapan pelangi tak berwarna ?
Kapan kau tahu, cahaya memang hidup dikegelapan ?
Dan kapan kau tahu, ada hal yang belum kau tahu ?
Kau pikir, cukup raga ini menjagamu ya ?
Jiwalah yang membiarkan menjagamu seutuhnya.
Relakanlah bahwa jagat raya terdiri dari beberapa galaksi.
Dan relakanlah, bahwa aku terdiri dari beberapa jiwa.
Jiwa yang tak perlu kau tahu sebabku menghunuskan pisau tajam perpisahan ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar